Penilaian Risiko Sistem Validasi Data Penduduk Pada Kantor Desa Cipandan Wangi Menggunakan Metode OCTAVE-S

  • Fathoni Mahardika STMIK Sumedang
Keywords: teknologi informasi, Sistem Validasi Data Penduduk, manajemen risiko, metode OCTAVE-S

Abstract

Teknologi informasi berkembang semakin pesat yang menuntut setiap kantor desa untuk terus bergerak mengikutinya. Dalam proses mempermudah pelayanan masyarakat, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota meluncurkan sebuah sistem aplikasi yang disebut Sistem Validasi Data Penduduk. Teknologi informasi pada kantor desa selain memberikan keuntungan juga rentan terhadap risiko. Permasalahan yang terjadi di Desa adalah belum adanya kebijakan dalam mengelola Sistem Validasi Data Penduduk dan belum dilakukan penilaian risiko sehingga tidak diketahui risiko yang mungkin terjadi. Berdasarkan permasalahan yang ada dilakukan penelitian dengan judul Manajemen Risiko Sistem Validasi Data Penduduk Pada Kantor Desa Cipandan Wangi Menggunakan Metode OCTAVE-S. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengelola risiko yang mungkin terjadi pada Sistem Validasi Data Penduduk di Desa. Hasil akhir dari analisis manajemen risiko bahwa Sistem Validasi Data Penduduk berada pada tingkatan Green (Hijau) karena 33 dari 40 pernyataan dari kuesioner dinyatakan valid, maka hasilnya berupa rekomendasi mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk perlindungan sistem beserta aset-asetnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Abdurrasyid. (2014). Manajemen Risiko Sistem Informasi Pada PT Aldira Berkah Abadi Makmur Dengan Menggunakan Metode OCTAVE-S dan Standar Pengendalian ISO/EIC 27001.
[2] Achmad reza Viyanto, O. S. (2013). Manajemen Risiko Teknologi Informasi : Studi Kasus Pada Perusahaan Jasa.
[3] Akbar.H.Y. (2015). Evaluasi Keamanan Jaringan Wireless Hotspot Menggunakan Metode Square (Studi Kasus Warnet Medianet Sumedang). Jurnal Ilmu-ilmu Informatika dan Manajemen STMIK Sumedang 9 (2).
[4] Anderes Gui, S. G. (2008). Pengukuran Resiko Teknologi Informasi (TI) Dengan Metode OCTAVE-S.
[5] Christopher Albert, A. D. (2005). OCTAVE-S implementation Guide, Versi 1.0.
[6] Daft, R. L. (2002). Manajemen. Jakarta: Erlangga.
[7] Drs. Kasidi, M. (2010). Manajemen Risiko. Bogor: Ghalia Indonesia.
[8] Harsanto, K. (2016). Sistem Informasi Manajemen Risiko Dengan Menggunakan Metode OCTAVE-S Dan Standar Pengendalian ISO/Eic 27001.
[9] Henny hendarty, M. (2014). Pengukuran Manajemen Risiko Teknologi Informasi Dengan Metode OCTAVE-S.
[10] Kadir, A. (2002). Pengenalan Sistem Informasi.Yogyakarta: Andi.
[11] Mahardika, .. F. (2017). Manajemen Risiko Keamanan Informasi Menggunakan Framework NIST SP 800-30 Revisi 1 (Studi Kasus STMIK Sumedang). JURNAL INFORMATIKA : Jurnal Pengembangan IT 2 (2).
[12] PP 37 Tahun 2007 Pasal 13 tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan
[13] Rahma, P. E. (2016). Analisis Manajemen Risiko Keamanan Sistem Informasi Statistik Rutin Menggunakan Metode OCTAVE-S.
[14] Risiko. (n.d.). Retrieved Maret 05, 2018, from Wikipedia: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Risiko
[15] Sutabri, T. (2012). Analisis Sistem Informasi.Yogyakarta: Andi.
[16] UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.
[17] Validasi Data Penduduk. (2013, 03). Retrieved Februari 24, 2019, from Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sumedang : http://disduksumedang.blogspot.in/2013/03/aplikasi-validasi-data-penduduk.html?m=1
Published
2020-05-15
How to Cite
Fathoni Mahardika. (2020). Penilaian Risiko Sistem Validasi Data Penduduk Pada Kantor Desa Cipandan Wangi Menggunakan Metode OCTAVE-S. Infoman’s : Jurnal Ilmu-Ilmu Manajemen Dan Informatika, 14(1). https://doi.org/10.33481/infomans.v14i1.114
Section
Articles